Minggu, September 20, 2009
Jumat, Agustus 14, 2009
Ratusan Anggota Pramuka Peringati Hari Pramuka ke 48
Hari Pramuka ke 48 tingkat Kabupaten Soppeng diperingati ratusan anggota Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Soppeng di lapangan kawasan wisata Ompo Kabupaten Soppeng, 14 Agustus 2009.Anggota pramuka yang mengikuti upacara peringatan tersebut mulai dari pengurus Kwarcab Soppeng, anggota pramuka tingkat Siaga, Penggalang, dan Penegak, serta Satuan Karya (Saka). Bertindak selaku inspektur upacara Ketua Kwarcab Soppeng Abd Haris Abbas, SH MM yang mewakili Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Drs HA Soetomo MSi yang juga sebagai Bupati Soppeng.
Mabicab Soppeng dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Ketua Kwarcab mengajak seluruh seluruh anggota pramuka Kwarcab Soppeng untuk meningkatkan komitmen kaum muda kepramukaan untuk tetap teguh memelihara persatuan dan kesatuan sebagai implementasi langsung Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.
“kegiatan gerakan pramuka memiliki ciri khas sebagai gerakan pendidikan nonformal namun berperan sebagai komplemen dan suplemen terhadap pendidikan formal. aktivitas pramuka dilakukan melalui proses yang menyenagkan namun cukup menantang bagi para anggotanya dengan menggunakan prinsip dasar dan metode kepramukaan yang lebih banyak dilaksanakan di alam terbuka dan penuh kreativitas” jelasnya.
Peringatan juga dirangkaian dengan penyematan tanda penghargaan. Masing-masing penghargaan tersebut adalah Lencana Dharma Bakti kepada almarhum HA Asse Mangkona yang diterima oleh putranya A Ridha Mangkona. “penghargaan Dharma Bakti kepada almarhum HA Asse Mangkona diberikan karena pengabdiannya dalam kepramukaan semasa hidupnya, dan penghargaan tersebut merupakan salah satu dari 8 penerima penghargaan yang ada di Sul-Sel” tutur A Ridha Mangkona sesaat setelah upacara peringatan berakhir.Sedangkan penghargaan lainnya diterima oleh Drs A Hendra Pabeangi MSi yaitu Lencana Pancawarsa III, dan juga kepada Syamsiah Syamsuddin yang merupakan anggota pramuka dari Gudep SMPN 1 Lilirilau yang telah berpartisipasi dalam kegiatan nasional yakni Kemah Budaya Nasional 2009.
Sebelumnya, selama empat hari, perkemahan yang dibuka pada tanggal 11 Agustus lalu yang merupakan rangkaian peringatan Hari Pramuka ke 48 mengadakan berbagai macam perlombaan. penyerahan piala dan pengumuman hasil lomba diumumkan sesaat setelah upacara berakhir, dan keluar sebagai juara umum yaitu tingkat Penggalang oleh SMPN 3 Watansoppeng, sedangkan tingkat Penegak berhasil direbut oleh SMUN 1 Liliriaja yang telah mendapatkan beberapa medali perlombaan.(adhy)
Rabu, Juli 08, 2009
Muspida Pantau Pilpres
Tim yang terdiri dari Bupati Soppeng Drs HA Soetomo MSi, Kapolres Soppeng AKBP Arif Rahman, dan Kajari Rizal Pahlevi serta Wakil Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng menyusuri tiga kecamatan yakni Lilirilau, Liliriaja, Ganra dan memantau 11 TPS di tiga kecamatan tersebut. Sedangkan Wakil Bupati Soppeng Drs A Sarimin Saransi Msi dan Dandim 1423 Soppeng CZI Yohannes Dwi Prasetyo menyusuri 2 kecamatan yakni Marioriwawo dan Citta. Di Kecamatan tersebut 7 TPS dipantau pelaksanaannya.
Sementara Ketua DPRD HA Kaswadi Razak SE dan Sekkab Abd Haris Abbas SH MM memantau 10 TPS di 3 Kecamatan yaitu Lalabata, Donri-Donri dan Marioriawa.
Beberapa jajaran Pemerintah Daerah juga turut dalam pemantauan itu diantaranya para Asisten, Staf Ahli Bupati, para Kabag lingkup Setda serta jajaran pemerintah lainnya, dan selama pemantauan tersebut proses pemilihan dan sebagian proses penghitungan suara di beberapa TPS tengah berlangsung dan berjalan kondusif.
Sebelumnya, pejabat Muspida tersebut menggunakan hak pilihnya terlebih dahulu di TPS masing-masing dan selanjutnya berkumpul bersama di Rujab Bupati Soppeng dan secara terpisah melakukan pemantauan.
Di Kab Soppeng, dalam Pilpres kali ini terjadi penambahan dalam jumlah DPT dibanding Pemilu Legislatif lalu dari 172.187 menjadi 174.263 pemilihan, dan sesuai rencana setelah penghitungan di TPS tahap selanjutnya adalah rekapitulasi suara di tingkat Kecamatan pada tanggal 10 sampai dengan 14 Juli mendatang, sedangkan pada tingkat kabupaten rekapitulasi akan dilakukan pada tanggal 16-18 serta penetapan pada tanggal 25-27 Juli mendatang.(adhy)
Beberapa jajaran Pemerintah Daerah juga turut dalam pemantauan itu diantaranya para Asisten, Staf Ahli Bupati, para Kabag lingkup Setda serta jajaran pemerintah lainnya, dan selama pemantauan tersebut proses pemilihan dan sebagian proses penghitungan suara di beberapa TPS tengah berlangsung dan berjalan kondusif.
Di Kab Soppeng, dalam Pilpres kali ini terjadi penambahan dalam jumlah DPT dibanding Pemilu Legislatif lalu dari 172.187 menjadi 174.263 pemilihan, dan sesuai rencana setelah penghitungan di TPS tahap selanjutnya adalah rekapitulasi suara di tingkat Kecamatan pada tanggal 10 sampai dengan 14 Juli mendatang, sedangkan pada tingkat kabupaten rekapitulasi akan dilakukan pada tanggal 16-18 serta penetapan pada tanggal 25-27 Juli mendatang.(adhy)
Jumat, Juni 26, 2009
Narkoba dan Miras Dimusnahkan Dalam Peringatan HANI
Selaku Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) yang juga Wabup Soppeng Drs A Sarimin Saransi MSi mengungkapkan bahwa di Soppeng sebanyak 18 kasus ditemukan dalam kurun waktu tahun 2005 sampai 2009. “hal ini menunjukkan daerah kita telah menjadi salah satu sasaran peredaran dan penyalahgunaan narkoba sehingga memerlukan perhatian yang lebih serius lagi dari kita semua dan tentu saja bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah serta BNK, namun juga seluruh lapisan masyarakat” ujarnya.
Dalam momen tersebut, juga diserahkan piagam dan modul pencegahan narkoba kepada siswa SMAN 3 Watansoppeng atas partispasinya dalam Festival music band anti narkoba pada bulan Mei lalu, dan dilanjutkan dengan gerak jalan santai mengitari kota Watansoppeng.
Dalam berita acara pemusnahan barang bukti atau sitaan yang ditandatangani oleh Ketua BNK, Kajari dan Kapolres Soppeng disebutkan bahwa yang dimusnahkan berupa enam bungkus plastik kecil dan satu bungkus plastik besar yang seluruhnya berisi 0,5022 gram narkotika jenis putau, satu bungkus plastik psikotropika jenis sabu dengan berat 0,2462 gram, satu bungkus plastik yang masih ada sisa psikotropika jenis sabu dan empat buah pirex/pipa kaca tempat sabu, satu kantong plastik sisa psikotropika jenis sabu-sabu dan seperangkat alat hisap, 1 jarum suntik, korek gas serta sepotong plastik kecil yang berfungsi sebagai sendok. Selain itu, ratusan miras dari berbagai merk juga ikut dimusnahkan dalam peringatan HANI tersebut.(adhy)
Selasa, Juni 23, 2009
Senin, Juni 15, 2009
Danau Tempe Wilayah Soppeng Kembali Dilelang
Untuk lebih
mengoptimalkan pengelolaan danau Tempe atau tappareng yang masuk dalam wilayah Kabupaten Soppeng, Pemkab Soppeng kembali melelang danau yang pelaksanaannya dilakukan di Gedung Pertemuan Masyarakat Marioriawa, Sabtu 13 Juni.
“untuk mengoptimalkan pengelolaan danau dan Tappareng SalaE dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola secara intensif dan juga sebagai sumber PAD yang dimanfaatkan untuk pembangunan di berbagai sector di Kab. Soppeng”. Tujuan pelelangan tersebut disampaikan Kadis Peternakan dan Perikanan Ir H Sugirman Djaropi, MS saat menyampaikan laorannya selaku Ketua Panitia Pelelangan.
Pelelangan Danau Tempe yang dikuasai Pemkab Soppeng untuk periode 1 Juli s/d 31 Desember 2009 tersebut dibuka oleh Bupati Soppeng Drs HA Soetomo, MSi yang juga dihadiri oleh Ketua yang diwakili oleh anggota DPRD A. Wadeng, Dandim 1423 Soppeng CZI Yohannes Dwi Praseto, Kapolsek Marioriawa , Kakan Pol PP, Camat Marioriawa, para lurah dan Kades lingkup Marioriawa serta para peserta lelang.
Waktu pemasukan penawaran para peserta lelang dibuka pada pukul 8.30 pagi sampai dengan 11.00, dan selanjutnya masing-masing undangan pejabat yang hadir diberi kesempatan untuk membuka penawaran peserta lelang tersebut.
Dengan luas Danau 1798 Ha, hasil pelelangan mencapai Rp 640.302.634 sebagai kontribusi PAD yang dimasukkan di KAS Daerah. Pemenang lelang danau dari 15 lokasi masing-masing daerah Palawang TebbuE/MallawaE seluas 40 Ha dengan penawaran Rp.65.000.000, Lompo Maniang 46 Ha Rp. 27,500.000 juta, Maggalunge 169 Ha penawaran Rp.30.000.000 juta, PawareE 141 Ha penawaran Rp.60.000.000, OngkoE 413 Ha Rp.76.000.777, Topagoling Rp.45.000.700, Lompo Manorang luas 56 Ha dengan penawaran Rp 50.000.700. Tujuh lokasi tersebut kesemuanya dimenangkan oleh Haji Sau.
Sedangkan Lokasi lainnya yaitu PengaE 59 Ha dimenangkan oleh Lamana dengan penawaran Rp 15.070.000, lokasi Annung LebbaE 43 Ha oleh Wilda Rahmadani penawaran Rp 38.700.700, Bentengnge 28 Ha oleh Maman penawaran Rp 12.700.000, Ujung Alluppang 118 Ha oleh Patau penawaran Rp 57.750.700, Belle BaruE 152 Ha oleh Tepu penawaran Rp 67.579.057, Sepa Bakke 96 Ha oleh Haji Rusli penawaran Rp 50.000.000, Tappareng SalaE dengan luas 216 Ha dimenangkan oleh Gustian dengan penawaran Rp 45.000.000. satu lokasi lainnya yaitu AladiE dinyatakan batal karena tidak ada peserta lelang yang mencapai plafond anggaran sehingga pengelolaannya kembali dikelola oleh Pemda.
Sedangkan Bupati Soppeng dalam sambutannya menyampaikan tentang dasar pelaksanaan pelalangan. “pelelangan danau ini sebagaimana disebutkan dalam Perda Kab. Soppeng No 10 tahun 2004 tentang tata cara Pengelolaan Danau Tempe yang dikuasai oleh Pemkab Soppeng”.
Lanjut Bupati Soppeng mengungkapkan tentang keprihatinan kondisi danau. “ hal ini terjadi karena aktivitas manusia yang kurang layak dan tidak terkontrol baik pada daerah penangkapan maupun pengelolaan danau itu sendiri baik di hulu maupun di hilir. Walaupun telah dibentuk Tim Pengawas Danau sebagai salh satu upaya, akan tetapi untuk menjangkau luasan danau kurang lebih 3.000 Ha dengan segala keterbatasan, masalah danau ini tidak mungkin akan teratasi tanpa dukungan dari segala pihak utamanya dari para nelayan”
Bupati juga kembali mengingatkan agar jangan sampai masih ada yang melakukan penangkapan dengan alat jebba karena akan menimbulkan penurunan produksi.(adhy)
Kamis, Juni 11, 2009
Ragam Penghargaan diarak Keliling Kab. Soppeng
Penghargaan yang telah diterima dan diarak ditiap Kecamatan lingkup Kab. Soppeng diantaranya piala Adipura, penghargaan P2BN dan juara 1 kelompok tani tingkat nasional, FIPO Otonomi Award, serta Piala dan Piagam Citra Kartini Indonesia 2009. Arak-arakan tersebut dilepas oleh Bupati Soppeng Drs HA Soetomo, MSi di lapangan Gasis Kec. Lalabata kota Watansoppeng, selanjutnya melalui rute menuju Kec. Marioriwawo, Citta, Liliriaja, Lilirilau, Donri-Donri dan berakhir pada siang hari di Kecamatan Marioriawa. Tiap kecamatan yang dilalui dilakukan ceremonial singkat berupa penyerahan piala secara simbolis kepada camat setempat dan selanjutnya menuju kecamatan berikutnya.
Antusias masyarakat, pegawai serta pelajar berdatangan dipinggir jalan tatkala iring-iringan melintas tiap kecamatan. Selain mobil hias yang membawa penghargaan, Bupati dan Wabup Soppeng, unsur Muspida serta Ketua Pengadilan Watansoppeng, para pimpinan SKPD, berbagai jenis club motor, para petugas kebersihan bahkan masyarakat pun juga turut serta dalam iring-iringan tersebut.
Saat finish, tepatnya di halaman Kantor Kecamatan Marioriawa, Bupati Soppeng dalam sambutannya mengharapkan bahwa sebagai ungkapan syukur, euforia kegembiraan tersebut janganlah sebatas dan terhenti pada berakhirnya arak-arakan tersebut. “prestasi yang telah diraih seyogyanya dapat lebih menstimulasi dan motivasi untuk berbuat dan bekerja lebih keras guna secara bersama memajukan Soppeng” tuturnya.
“prestasi yang kita raih adalah buah kerja sama dan kerja keras seluruh pihak, olehnya saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, DPRD, jajaran pemkab, lembaga Pemerintah Departemen dan non departemen, TNI dan Polri, serta komponen terkait lainnya”, tambahnya.
Ragam penghargaan yang diraih dalam waktu yang singkat tersebut meliputi piala Adipura kategori kota kecil dengan obyek kota Watansoppeng yang penyerahannya dilakukan oleh Presiden RI di Istana Negara, 5 Juni lalu. Di bidang otoda mendapatkan penghargaan yakni Otonomi Award dari FIPO masing-masing special category (silver trophy) yaitu daerah dengan profil menonjol bidang kesinambungan politik, dan Grand Category (Gold Trophy) yaitu dengan terobosan paling menonjol bidang partisipasi publik dalam pembangunan yang penyerahannya dihadiri oleh Wapres RI di Makassar 29 Mei lalu,
Sedangkan di Boyolali Jateng pada 8 Juni, dua penghargaan lainnya bidang pertanian kembali diserahkan Presiden RI yakni karena keberhasilan meningkatkan produksi beras diatas 5 % secara berturut-turut dalam lima tahun terakhir mengantar Kab. Soppeng memperoleh penghargaan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), dan juga Kelompok Tani Lapennne Desa Patampanua, Kec Marioriawa yang mewakili SulSel menjadi juara 1 nasional Kelompok Tani komoditi kedelai. Kesemua penghargaan tersebut diterima secara langsung oleh Bupati Soppeng.
Tak hanya itu, penghargaan lainnya berupa Piala dan Piagam penghargaan Citra Kartini Indonesia 2009 yang penyerahaannya dilakukan di Hotel Kartika Chandra Jakarta 8 Mei lalu diberikan kepada Ketua TP. PKK Soppeng Hj.A. Patappaunga atas prestasi dan keberhasilan program-program TP. PKK Kab. Soppeng.
Langganan:
Postingan (Atom)
