SELAMAT DATANG DI ADHY'S BLOG ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

Selasa, Juni 23, 2009

Kegiatan TMMD Rampung 100 %

Setelah melaksanakan kegiatan kurang dari sebulan, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 82 tahun 2009 akhirnya resmi ditutup dalam upacara penutupan di lapangan sepakbola Laempa, Kelurahan Lalabata Rilau, Kecamatan Lalabata, Senin 22 Juni 2009.

Senin, Juni 15, 2009

Danau Tempe Wilayah Soppeng Kembali Dilelang

Untuk lebih mengoptimalkan pengelolaan danau Tempe atau tappareng yang masuk dalam wilayah Kabupaten Soppeng, Pemkab Soppeng kembali melelang danau yang pelaksanaannya dilakukan di Gedung Pertemuan Masyarakat Marioriawa, Sabtu 13 Juni.

“untuk mengoptimalkan pengelolaan danau dan Tappareng SalaE dengan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengelola secara intensif dan juga sebagai sumber PAD yang dimanfaatkan untuk pembangunan di berbagai sector di Kab. Soppeng”. Tujuan pelelangan tersebut disampaikan Kadis Peternakan dan Perikanan Ir H Sugirman Djaropi, MS saat menyampaikan laorannya selaku Ketua Panitia Pelelangan.
Kadis Peternakan menambahkan bahwa produksi perikanan tangkap dalam dekade terakhir ini menunjukkan kecenderungan menurun dan untuk mempertahankannya dalam kondisi saat ini memerlukan investasi yang cukup besar. Salah satu upaya pemerintah untuk menambah populasi dengan jalan penebaran benih ikan (restock) yang dilaksanakan setiap tahunnya, khusus danau Tempe untuk tahun 2009 ini Pemda menebar benih kurang lebih 400.000 ekor.

Pelelangan Danau Tempe yang dikuasai Pemkab Soppeng untuk periode 1 Juli s/d 31 Desember 2009 tersebut dibuka oleh Bupati Soppeng Drs HA Soetomo, MSi yang juga dihadiri oleh Ketua yang diwakili oleh anggota DPRD A. Wadeng, Dandim 1423 Soppeng CZI Yohannes Dwi Praseto, Kapolsek Marioriawa , Kakan Pol PP, Camat Marioriawa, para lurah dan Kades lingkup Marioriawa serta para peserta lelang.

Waktu pemasukan penawaran para peserta lelang dibuka pada pukul 8.30 pagi sampai dengan 11.00, dan selanjutnya masing-masing undangan pejabat yang hadir diberi kesempatan untuk membuka penawaran peserta lelang tersebut.

Dengan luas Danau 1798 Ha, hasil pelelangan mencapai Rp 640.302.634 sebagai kontribusi PAD yang dimasukkan di KAS Daerah. Pemenang lelang danau dari 15 lokasi masing-masing daerah Palawang TebbuE/MallawaE seluas 40 Ha dengan penawaran Rp.65.000.000, Lompo Maniang 46 Ha Rp. 27,500.000 juta, Maggalunge 169 Ha penawaran Rp.30.000.000 juta, PawareE 141 Ha penawaran Rp.60.000.000, OngkoE 413 Ha Rp.76.000.777, Topagoling Rp.45.000.700, Lompo Manorang luas 56 Ha dengan penawaran Rp 50.000.700. Tujuh lokasi tersebut kesemuanya dimenangkan oleh Haji Sau.

Sedangkan Lokasi lainnya yaitu PengaE 59 Ha dimenangkan oleh Lamana dengan penawaran Rp 15.070.000, lokasi Annung LebbaE 43 Ha oleh Wilda Rahmadani penawaran Rp 38.700.700, Bentengnge 28 Ha oleh Maman penawaran Rp 12.700.000, Ujung Alluppang 118 Ha oleh Patau penawaran Rp 57.750.700, Belle BaruE 152 Ha oleh Tepu penawaran Rp 67.579.057, Sepa Bakke 96 Ha oleh Haji Rusli penawaran Rp 50.000.000, Tappareng SalaE dengan luas 216 Ha dimenangkan oleh Gustian dengan penawaran Rp 45.000.000. satu lokasi lainnya yaitu AladiE dinyatakan batal karena tidak ada peserta lelang yang mencapai plafond anggaran sehingga pengelolaannya kembali dikelola oleh Pemda.
Sedangkan Bupati Soppeng dalam sambutannya menyampaikan tentang dasar pelaksanaan pelalangan. “pelelangan danau ini sebagaimana disebutkan dalam Perda Kab. Soppeng No 10 tahun 2004 tentang tata cara Pengelolaan Danau Tempe yang dikuasai oleh Pemkab Soppeng”.

Lanjut Bupati Soppeng mengungkapkan tentang keprihatinan kondisi danau. “ hal ini terjadi karena aktivitas manusia yang kurang layak dan tidak terkontrol baik pada daerah penangkapan maupun pengelolaan danau itu sendiri baik di hulu maupun di hilir. Walaupun telah dibentuk Tim Pengawas Danau sebagai salh satu upaya, akan tetapi untuk menjangkau luasan danau kurang lebih 3.000 Ha dengan segala keterbatasan, masalah danau ini tidak mungkin akan teratasi tanpa dukungan dari segala pihak utamanya dari para nelayan”
Bupati juga kembali mengingatkan agar jangan sampai masih ada yang melakukan penangkapan dengan alat jebba karena akan menimbulkan penurunan produksi.(adhy)

Kamis, Juni 11, 2009

Ragam Penghargaan diarak Keliling Kab. Soppeng

Kecamatan lingkup Kab. Soppeng pada Kamis 11 Juni 2009 dimeriahkan iring-iringan ratusan kendaraan mobil dan motor. Konvoi tersebut mengarak berbagai penghargaan yang telah diraih Kab. Soppeng dalam beberapa waktu belakangan ini.
Penghargaan yang telah diterima dan diarak ditiap Kecamatan lingkup Kab. Soppeng diantaranya piala Adipura, penghargaan P2BN dan juara 1 kelompok tani tingkat nasional, FIPO Otonomi Award, serta Piala dan Piagam Citra Kartini Indonesia 2009. Arak-arakan tersebut dilepas oleh Bupati Soppeng Drs HA Soetomo, MSi di lapangan Gasis Kec. Lalabata kota Watansoppeng, selanjutnya melalui rute menuju Kec. Marioriwawo, Citta, Liliriaja, Lilirilau, Donri-Donri dan berakhir pada siang hari di Kecamatan Marioriawa. Tiap kecamatan yang dilalui dilakukan ceremonial singkat berupa penyerahan piala secara simbolis kepada camat setempat dan selanjutnya menuju kecamatan berikutnya.
Antusias masyarakat, pegawai serta pelajar berdatangan dipinggir jalan tatkala iring-iringan melintas tiap kecamatan. Selain mobil hias yang membawa penghargaan, Bupati dan Wabup Soppeng, unsur Muspida serta Ketua Pengadilan Watansoppeng, para pimpinan SKPD, berbagai jenis club motor, para petugas kebersihan bahkan masyarakat pun juga turut serta dalam iring-iringan tersebut.
Saat finish, tepatnya di halaman Kantor Kecamatan Marioriawa, Bupati Soppeng dalam sambutannya mengharapkan bahwa sebagai ungkapan syukur, euforia kegembiraan tersebut janganlah sebatas dan terhenti pada berakhirnya arak-arakan tersebut. “prestasi yang telah diraih seyogyanya dapat lebih menstimulasi dan motivasi untuk berbuat dan bekerja lebih keras guna secara bersama memajukan Soppeng” tuturnya.
“prestasi yang kita raih adalah buah kerja sama dan kerja keras seluruh pihak, olehnya saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat, DPRD, jajaran pemkab, lembaga Pemerintah Departemen dan non departemen, TNI dan Polri, serta komponen terkait lainnya”, tambahnya.
Ragam penghargaan yang diraih dalam waktu yang singkat tersebut meliputi piala Adipura kategori kota kecil dengan obyek kota Watansoppeng yang penyerahannya dilakukan oleh Presiden RI di Istana Negara, 5 Juni lalu. Di bidang otoda mendapatkan penghargaan yakni Otonomi Award dari FIPO masing-masing special category (silver trophy) yaitu daerah dengan profil menonjol bidang kesinambungan politik, dan Grand Category (Gold Trophy) yaitu dengan terobosan paling menonjol bidang partisipasi publik dalam pembangunan yang penyerahannya dihadiri oleh Wapres RI di Makassar 29 Mei lalu,
Sedangkan di Boyolali Jateng pada 8 Juni, dua penghargaan lainnya bidang pertanian kembali diserahkan Presiden RI yakni karena keberhasilan meningkatkan produksi beras diatas 5 % secara berturut-turut dalam lima tahun terakhir mengantar Kab. Soppeng memperoleh penghargaan Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN), dan juga Kelompok Tani Lapennne Desa Patampanua, Kec Marioriawa yang mewakili SulSel menjadi juara 1 nasional Kelompok Tani komoditi kedelai. Kesemua penghargaan tersebut diterima secara langsung oleh Bupati Soppeng.
Tak hanya itu, penghargaan lainnya berupa Piala dan Piagam penghargaan Citra Kartini Indonesia 2009 yang penyerahaannya dilakukan di Hotel Kartika Chandra Jakarta 8 Mei lalu diberikan kepada Ketua TP. PKK Soppeng Hj.A. Patappaunga atas prestasi dan keberhasilan program-program TP. PKK Kab. Soppeng.


Sabtu, Juni 06, 2009

Akhirnya Adipura Tiba Lagi di Soppeng

Penerimaan penghargaan piala Adipura dalam kategori kota kecil yang diraih oleh Kab.Soppeng pada jumat 5 Juni 2009 yang diserahkan langsung oleh Presiden RI di Istana Negara diterima langsung Bupati Soppeng Drs. HA Soetomo, M.Si.
Setelah menerima piala tersebut, keesokannya Sabtu 6 Juni, Bupati Soppeng bersama rombongan yang tiba di Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 10.30 pagi, disambut dengan ceremonial penjemputan pengalungan bunga dan tari Padduppa di lobi kedatangan Bandara. Nampak hadir dalam rombongan tersebut yakni Camat Lalabata Drs A Aswan Said, Kadis Kebersihan dan Pertamanan Drs A Mamma Uleng, MSi bersama Kabid kebersihan Drs Abu Lamba, Kepala Kantor Lingkungan Hidup Drs Muchtar Palewai, MSi, serta Ketua TP.PKK Hj A Patappaunga.
Sedangkan penyambutan di bandara dihadiri Ketua DPRD, Wabup Soppeng dan seluruh pimpinan Muspida Kab. Soppeng serta Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng. Selain itu dihadiri pula para camat se Kab. Soppeng serta kades dan lurah lingkup kec. Lalabata, yang selanjutnya secara bersama kembali dan tiba di Kab. Soppeng yang langsung menuju Rujab Bupati Soppeng.
Setelah terakhir meraih piala Adipura tahun 1995 dan 1996 atau menanti sekitar 13 tahun, kota Watansoppeng akhirnya berhasil kembali meraih Piala Adipura yang merupakan penghargaan tertinggi di bidang kebersihan,keindahan,kenyamanan dan keteduhan sebuah ibukota kabupaten/kota. Surat pemberitahuan Watansoppeng meraih Adipura diterima Bupati Drs H A Soetomo MSi di ruang kerjanya,Senin siang lalu. Surat tersebut merupakan dari kementerian negara lingkungan hidup Nomor ;B-69/Dep.II/LH/06/2009 perihal Penerima Penghargaan Anugerah Adipura, yang dalam lampirannya juga disebutkan lima kota lainya di Sulsel yang juga berhasil meraih Piala Adipura.
Rencananya selain diarak keliling kota Watansoppeng pada Rabu 10 Juni mendatang, piala tersebut juga akan diarak ditiap kecamatan. hal tersebut merupakan hasil keputusan bersama dalam rapat persiapan penjemputan Adipura yang dilakukan di Ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Soppeng Rabu 03 Juni lalu yang dihadiri Bupati, Wabup dan Sekda beserta pimpinan SKPD dan Camat Lingkup Kab. Soppeng.
"piala Adipura tersebut diarak di tiap wilayah kecamatan agar dapat memotivasi masyarakat . Mempertahankan piala Adipura tentu lebih berat namun dengan kebersamaan yang ada selama ini diharapkan prestasi tersebut dapat terus ditingkatkan dimasa yang akan datang, "kata Bupati Soppeng dalam rapat tersebut.
Bupati Soppeng menyatakan rasa syukurnya yang sangat tinggi saat mengetehui kepastian Watansoppeng berhasil meraih Adipura, "semuanya berkat kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.Namun keberhasilan meraih piala Adipura 2008/2009 setelah tahun lalu meraih piagam Adipura berkat kebersamaan dan kerja keras seluruh tim terkait secara terpadu didukung seluruh lapisan masyarakat Kebersamaan dan kerja keras serta adanya kemauan untuk berbuat akhirnya membuahkan hasil. Hal ini menunjukkan instansi terkait termasuk jajaran pemerintahan kecamatan Lalabata satu kesatuan gerak dengan seluruh lapisan masyarakat",tambah bupati
Dalam rapat tersebut juga diputuskan tentang rencana dilakukannya dzikir bersama sebagai wujud syukur atas keberhasilan meraih penghargaan tersebut.


Senin, Juni 01, 2009

Selasa, Mei 19, 2009

Ratusan Kafilah Meriahkan STQ Tingkat Provinsi ke XXVI

Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) ke 26 tingkat Provinsi yang dipusatkan di Bumi Latemmamala Kab. Soppeng diikuti 228 kafilah dari 24 Kabupaten dan kota se Sulawesi Selatan. Pembukaan ajang seleksi ke tingkat nasional tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Sul-Sel DR. H Syahrul Yasin Limpo, SH, MM, MH di Lapangan Gasis Watansoppeng, pada Senin malam, 19 Mei 2009.
Penabuhan beduk yang dilakukan Gubernur dengan didampingi Ketua DPRD Sul-Sel HM Roem, Kakanwil Depag Drs. H Bahri Mappiasse, M.Ag serta Bupati Soppeng Drs. HA Soetomo, M.Si menandai ke 26 dimulai.
Selama 4 hari, dari tanggal 18 sampai dengan 21 Mei 2009, STQ tersebut akan berlangsung di tiga tempat yaitu di panggung utama Lapangan Gasis, Masjid Agung Darussalam dan di Baruga Latemmamala dengan kegiatan yang diperlombakan diantaranya Tilawatil Quran kategori dewasa, dan Hifdzil Qur’an 1, 5, 10, 20 dan 30 juz, serta tafsir Al Qur’an bahasa Arab. Sedangkan yang akan menilai yakni dewan hakim 30 orang dan panitera 6 orang yang dipimpin seorang koordinator.
Demikian diungkapkan Sekda Kab. Soppeng Abd. Haris Abbas, SH, MM selaku Ketua Panitia saat membacakan laporannya.
“pelaksanaan STQ bertujuan untuk mendapatkan kader qari dan qari’ah yang akan mewakili Sul-Sel ke tingkat nasional, dan untuk membina generasi qur’ani berakhlakul karimah serta untuk meningkatkan penghayatan dan pengamalan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari” tambah Sekda dalam laporannya.

Kab. Soppeng sebagai penyelenggara STQ ke 26 melibatkan panitia yang merupakan gabungan panitia provinsi dan panita lokal Kab. Soppeng yang terdiri dari beberapa unsur SKPD Pemkab Soppeng, Departemen Agama, pengurus LPPTQ, PKK dan Dharma Wanita.
Dalam sambutannya, Gubernur Sul-Sel menjanjikan hadiah tambahan uang tunai 50 juta sebagai dana pembinaan bagi daerah yang berhasil keluar sebagai juara.
Gubernur juga menilai bahwa pembacaan dan pemahaman terhadap isi dan kandungan kitab suci Al-Quran memang pantas dan dapat diperlombakan,”karena itu perlu disadarai seleksi STQ yang dilakukan hendaknya tidak hanya dijadikan ajang perlombaan semata akan tetapi juga dimaknai sebagai sarana dalam upaya meningkatkan gairah umat islam dalam membaca dan memahami isi Al Quran”, ucap gubernur yang sebelumnya tiba di Soppeng bersama rombongan beberapa pejabat provinsi diterima secara resmi oleh Bupati dan Wabup, anggota Muspida serta jajaran Pemkab Soppeng di Rujab Bupati Soppeng.
Tak lupa gubernur menyampaikan pesan agar senatiasa menjunjung tinggi nilai kejujuran dan persabahatan serta kebersamaan dalam mencapai prestasi. “kemenangan dalam STQ adalah harapan namun bukanlah segala-galanya, ikutilah dengan rasa keikhlasan dan tanggung jawab sehingga kesuksesan selalu menyertai dalam mencapai kemenangan”
Sebelumnya, Bupati Soppeng menyatakan bahwa Pemerintah Daerah beserta masyarakat akan mendukung sepenuhnya dan siap menyukseskan STQ tahun ini. “ditunjuknya Kabupaten Ssoppeng sebagai tempat penyelenggara STQ merupakan suatu kehormatan sekaligus kebanggaan sehingga kami berharap STQ berlangsung dengan sukses”.
“kami berharap pelaksanaan STQ di Kab. Soppeng akan meretas jalan bagi kejayaan prestasi Sul-Sel pada event-event nasional dimasa mendatang, dan juga yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan ukhuwah islamiyah, serta senantiasa mendukung program-program pemerintah provinsi Sul-Sel” tambah Bupati dalam sambutannya
Harapan kesuksesan STQ juga diutarakan Kakanwil Departeman Agama Sul-Sel. “kita semua menitip harapan kepada panitia, dewan hakim bahkan seluruh komponen terkait agar pelaksanaan STQ berlangsung dengan sebaik-baiknya sehingga membuahkan kesuksesan sesuai dgn harapan kita”
Kakanwil juga berharap agar penilian dilakukan secara tepat “kepada dewan hakim agar dapat memberikan penilaian yang setepat-tepatnya karena keberhasilan peserta tergantung dari penilaian, sehingga nantinya menghasilkan juara-juara yang dapat mewakili sul-sel pada event STQ nasional tanggal 5-11 Juli mendatang di jakarta”.
Sebelum dibuka secara resmi, defile ratusan qari dan qari’ah dari tiap kontingen daerah disaksikan ribuan masyarakat Soppeng dan juga para undangan yang juga hadir diantaranya Wabup Soppeng, Ketua DPRD dan seluruh anggota Muspida lainnya, Ketua Pengadilan Negeri Watansoppeng, pejabat dari daerah lainnya
Sedangkan diakhir acara pengibaran Bendera STQ ke 26 dan penampilan tarian massal yang bernuansa religius menutup rangkaian pembukaan acara tersebut.

Rabu, April 22, 2009

KT Lapenne Wakili Sul-Sel di Tingkat Nasional

Setelah menjadi juara pertama tingkat provinsi, Kelompok Tani (KT) Lapenne, Desa Patampanua, Kecamatan Marioriawa akhirnya mewakili semua KT yang ada di Provinsi Sul-Sel guna mengikuti Lomba KT berprestasi komoditi kedelai tingkat nasional.
Sebelumnya, pada tahun 2007 KT Lapenne keluar sebagai juara II tingkat propinsi Sul-Sel, dan tahun 2008 tim penilai tingkat provinsi melalui seleksi yang ketat dari berbagai aspek ditetapkan sebagai juara pertama untuk selanjutnya mengikuti lomba tingkat nasional. Untuk itu tim penilai tingkat nasional akhirnya melakukan penilaian pada 22 April 2009 yang sebelumnya diterima secara resmi oleh Bupati Soppeng Drs. H. A. Soetomo, M.Si bersama dengan Kadis Tanaman Pangan dan Holtikultura Ir Danialsyah, MS, camat Marioriawa Drs. A. Surahman, M.Si dan unsur Muspika, Kades Patampanua Ridwan dan para anggota KT Lapenne.

Saat memberikan sambutan penerimaan, Bupati Soppeng berharap dan optimis hasil penilaian tim yang objektif akan mengantar KT Lapennne sebagai juara tingkat nasional. Bupati juga mengungkapkan bahwa Kab. Soppeng merupakan salah satu sentra pengembangan komoditi kedelai di Sul-Sel selama 3 tahun terakhir.
“pada tahun 2008 Kab. Soppeng telah memberi kontribusi kebutuhan bibit kedelai untuk propinsi Sul-Sel sebanyak 748 ton dengan nilai sekitar 6,7 milyar yang disuplai dari Kab. Soppeng’, ungkap Bupati.
Mengenai hal tersebut, ketua tim penilai Ir Suharyono juga mengharapkan agar pemerintah daerah terus mendukung pengembangan komoditi kedelai mengingat target 1,5 juta ton secara nasional pada tahun 2009. Sedangkan mengenai penilaian yang akan dilakukan mengacu dari nilai hasil penilaian tim tingkat provinsi. “kami hanya memverifikasi nilai yang telah ada yang merupakan hasil dari penilaian dari tim tingkat provinsi, dan nantinya bila berhasil akan ikut serta dalam suatu acara di Boyolali bersama dengan kurang lebih 5000 KT yang rencananya akan dibuka secara resmi oleh Presiden”, ucapnya.
Sedangkan sebelumnya Ketua KT Lapenne A. Rumpang melaporkan tentang potensi dan produktivitas yang ada. “anggota KT terdiri dari 79 orang, pemilik penggarap 32, penggarap 57 orang dan pemilik 47 orang dengan luas sawah 100 Ha dan kebun kakao 125 Ha. sedangkan khusus untuk luas tanam kedelai pada musim tanam tahun 2008 seluas 40,05 Ha dengan produktivitas 2,4 ton/Ha”.
Selain itu, A.Rumpang juga mengungkapkan masalah yang telah dialami diantaranya mengenai kerusakan bendungan akibat banjir beberapa waktu lalu dan pendangkalan sungai sebagai sumber pengairan,”kami harapkan perhatian pemerintah daerah terhadap masalah tersebut dan juga diharapkan adanya perbaikan jalan usaha tani dan bantuan hand tractor guna percepatan tanam” tambahnya.
 
(c) free template